Sukses itu diTakdirkan ?

Sering kita membahas Sukses, banyak pandangan salah dan ngawur, terhadap topik ini.
Terutama bagi para pembelajar ilmu Takdir.

Kita sering lihat, banyak yang belajar ilmu ba zi, perbintangan adalah orang2 yang hidupnya pas pasan, dan kekurangan. Itu menjadi pertanyaan besar ? Lah katanya ilmu keren, kok kualitas mereka begitu ya ?

Saya kembali diskak orang untuk menjawab hal ini :

Hahaha, Sukses itu diTakdirkan ?

Saya bilang ke orangnya, Sukses itu tidak diTakdirkan, tetapi Peluang Sukses itu diTakdirkan.

Jadi ketika kalian melihat kasar kata, banyak yang pembelajar ilmu Takdir, hidupnya biasa2 aja bahkan terpuruk, mereka itu mempunyai pandangan yang salah, ngawur terhadap hidup ini. Makanya kualitas mereka berakhir begitu.

Jadi apa pandangan yang Benar ? Kembali hati dan pikiran anda bertanya ?

Kembali saya menjawab dengan Frontal :

Manusia yang tanggal lahir dan jam sama dengan anda itu mungkin Jutaan, ya memang lokasi dan di lahirkan di keluarga beda-beda.

Semua spec awal kayak handphone sama, namun tidak ada banyak Bill Gates, cuma ada satu Bill Gates, jadi begitu banyak tanggal lahir jam sama dengan Bill Gates, kenapa mereka tidak super super kaya ? Minimal jika 1/100 1/1000 Bill Gates aja mereka juga udah terkenal kan ?

Faktanya tidak ada kita temui, orang dengan tanggal lahir jam lahir sama dengan Bill Gates, tercatat di internet. Kalau ada pasti kita udah menemukan artikel bahwa, betapa beruntungnya orang yang lahir di tanggal jam sama dengan Bill Gates, minimal hidupnya berkelimpahan ?

Jadi untuk mempelajari ilmu semua ini, dibutuhkan Pandangan yang Benar terlebih dahulu. Apa batasan dan apa yang bisa di dapat dari ilmu yang ada.

Jika ada yang mengaku pakar, dengan berpendapat, muka beda, alamat beda, orang tua beda dsb, itu benar, tapi itu cuma sepersekian % dari kebenaran sejati.

Kebenaran sejati itu adalah, di bagian Persiapan yang berbeda, maka hasil akhir pasti berbeda.

Contoh begini : Jika di masa lalu, bapak / ortu / saya sudah tau, saya akan ada hubungan dengan luar negeri, dan saya benar2 dibekalin belajar bahasa English / apapun dengan intensif dan serius.

Maka akan ada beberapa scenario bisa terjadi :

  1. Ketika Event saya terjadi dan terjadi relasi dengan orang luar negeri, di bidang tertentu, jika English saya Fasih, maka peluang keberhasilan saya akan meningkat, saya bisa komunikasi dengan lancar, maka tiba2 peluang usaha terbuka, maka kemungkinan saya sukses sekitar 70-90% , saya pasti berpeluang kaya, terkenal dsb
  2. Jika saya dulu tidak belajar english, dan bahasa lain dengan rajin, Event saya terjadi, dan terjadi relasi dengan orang luar negeri, maka keberhasilan saya tetap meningkat menyisakan sekitar 60-75 %
  3. Jika saya dulu, biarpun dikasih kesempatan belajar bahasa, saya tidak rajin, dan tidak mau belajar, Event saya tetap terjadi, dan terjadi relasi dengan orang luar negeri, maka keberhasilan saya tetap meningkat menyisakan sekitar 40-60 %

Jika di masa lalu, ortu saya tidak membekalin saya ilmu karena 1001 alasan, ga ada duit, dsb
Maka ketika event terjadi relasi dengan orang luar negeri, maka keberhasilan saya cuma sisa 30-50 %.

Ok kita berasumsi, ada yang Pasti terjadi, yaitu interaksi dengan luar negeri, yang membedakan hasil akhir kualitasnya, tergantung banyak variabel, yaitu Sumber Daya, Kerajinan, usaha belajar, Kepintaran bahasa, Kepintaran bernegosiasi, Kepintaran berkomunikasi, Kepintaran blabalbala begitu banyak kemungkinan.

Jadi mengerti ilmu ini itu, yang benar2 berguna adalah di bagian Persiapan. Sehingga ketika Event terjadi, bisa di maksimalkan sisi positifnya, dan diminimalkan sisi negatifnya.

Jadi apakah Sukses itu di Takdirkan ?

Tidak, yang Pasti adalah, Event untuk menuju Sukses di Takdirkan, tetapi hasil akhir Sukses itu tergantung kemampuan pribadi yang di dapat dari ilmu, pengalaman, dan kemampuan pribadi. Semua itu menentukan seberapa jauh, pencapaian dalam hidup kita kali ini 🙂

Semoga bermanfaat
Erkus

Leave a Reply