Passion

Hi Erkuser,

Sudahkah anda menyadari Passion / Hasrat terbesar anda dalam hidup ini ?

Sering kali, kita mendengar cobalah berusaha / bekerja / cari uang sesuai Passion,

Stop !!!
Hati2 ketika anda mendengar seminar / seseorang memberikan statement itu.
Jangan mudah terpengaruh, itu Warning dari saya.

Hahaha, bukan berarti saya menentang pendapat itu. Itu bagus2 aja dan sah2 aja.
Namun coba renungkan yang saya ketik di bawah ini :

  1. Passion kita yang sebenarnya itu apa ?
  2. Apa yakin Passion kita juga tidak berubah dengan perkembangannya waktu ?
  3. Seberapa siap kita merasa melakukan hal2 sesuai Passion, benar2 bisa menghasilkan uang ?

3 point di atas sangatlah penting, saya ambil contoh saya sendiri,
Passion saya dulu itu di dunia seputar Investasi, Saham, Valas, Reksadana, dsb
Ya saya termasuk yang bisa dibilang beruntung, saya belajar, cukup mengerti seluk beluk, dan Profit not bad lah, namun waktu berlalu dan ternyata Passion saya berubah. Sekarang saya menyukai ilmu Perbintangan, Astrology, Numerology, Ilmu Energy dsb Fakta membuktikan Yang pasti di hidup kita adalah perubahan, Nah dengan fakta itu, dan kisah asli hidup saya, ya memang berubah juga.

Lalu kita lanjut point 3, nah apa Passion saya di ilmu beginian, menghasilkan uang ? Jawabannya biasa2 aja, bahkan kurang di bandingkan di dunia Investasi. Tapi karena Passion, ya saya jalanin tetap Asyik2 aja.

Ok saya ambil contoh lain, biar lebih mengerti.

Ada teman saya Passionnya, bergerak bidang Kuliner , makanan, orangnya bisa dan mengaku jago masak.

Sebelumnya, dia adalah seorang Programmer di PT, beberapa tahun lalu Gajinya mayan, ya kira2 standar zaman sekarang.

Dulu dia sempat membahas soal hidupnya boring, lihat saya cukup beruntung di investasi, dia mau mengejar passionnya,
saat itu dia kasih ke saya data dia, ide dia, untuk di prediksi peluang dia.

Dan setelah saya mempelajari dia dari berbagai lapisan, sudut pandang, perbintangan, numerology, intuisi, bisnis, investasi , hampir segala ilmu dan wawasan saya, dari berbagai sudut pandang, saya coba membantu dia, karena masih teman. Saat itu saya kerja rodi, tidak ada untung apa2, just for fun, kan passion saya, ya cuma ditraktir makan, minum saja, hehehe.

Saat itu saya sempat juga mengetest Produk makanan dia, dan jujur saja, di hati & pikiran saya bilang, ini mah makanan biasa aja, banyak tempat bisa lebih baik. Saya juga dari ngobrol2, bisa mengetahui wawasan dia, sudut pandang dia, motivasi dia.

Saat itu saya pahit2 kata berkata ke dia, Sorry bro, kayaknya lu belum siap deh dengan situasi kondisi lu untuk mewujudkan Passionlu.

Lalu saya sarankan bla bla bla bla bla ke orangnya.

Singkat cerita, orangnya tidak menerima pendapat saya, dia bilang, ah sok tau lu, dia bilang, dia mau mengejar Passionnya, dia akan mengundang saya setelah dia buka.

Waktu berlalu, day by day hehehe

Suatu hari di masa depan, dia telpon saya, oi sini lu, ke sini, gue udah buka nih, gue traktir lu mau makan apa, hahaha ketawa dia, yg mengelikan. Masih terngiang2 di ingatan gue,

Sambil menulis artikel ini saya jadi tersenyum.

Saya berpikir di otak saya, sepertinya susah melawan Takdirnya, karena analisa perbintangan awal bagus, memburuk.

Lalu saya sempatin, ke toko dia, karena baru buka, ya mayan rame,
Dia dengan bangga, bilang, oi mana prediksi lu, nih rame kan, hahaha, ketawa dia dengan bangga.

Saya cuma tersenyum simpul, lalu saya berkata, ya baguslah, saya berkata ke dia,

Tentu saya selalu berharap analisa dan prediksi saya salah, dengan begitu, berarti lu emang hebat, jauh dari pada teori yang ada.

Dia kembali tersenyum sangatttttt lebar, hahaha ketawa , mungkin hari paling bahagia bagi dirinya.

Lalu dia buktikan ucapan dia, saya ditraktir sesuai janji dia sebelumnya. Sambil makan bareng Dia bercerita, dia besok2 akan tambah karyawan, dan kalau berhasil, dia akan buka cabang ke 2-3 dst, dan saya ditawarin untuk support dia.

Lalu saya pulang, iseng2 saya cek baca dan analisa dari segala ilmu kembali :

Sebenarnya hasil analisa saya sebelumnya, bukanlah dia tidak sanggup membuka / mewujudkan passion dia, namun Energy dari perbintangan, tidak akan selalu bersama dia, Dia udah berada di perbatasan perubahan Energy bintang.
Saya kembali bertanya cross check, apa analisa saya salah ? Biasa, ketika analisa kita tidak boleh terlalu cepat, menyimpulkan, namun harus dilihat dari berbagai sisi, sudut pandang, ilmu. Dan kembali hasil analisa saya menyimpulkan, sepertinya dia kurang cocok.

Tapi biarlah waktu menjawab.

Waktu berlalu kembali tik tik tik, tok tok tok :

Kira2 1 tahun kemudian, saya ditelepon, Wah nyesal saya dulu ga ikutin saranlu,
Sekarang usahanya, sepi, belum SDM tidak tahan lama, pusing. Eh boleh pinjam duit lu ? Gue punya rencana mau iklan besar2an biar rame lagi, dan blablabla. Apa feng shui tempat saya salah ? Apa yang ga benar ya ?

Ketika mendengar itu, saya bilang, ya sabar2 aja, namanya usaha ya kadang rame, kadang sepi.
Tapi orangnya tetap ngotot, dan berpendapat, bahwa saya benar, seharusnya dia tidak membuka usaha itu.

Dan blablabla.

Sebenarnya ketika kita melakukan sesuatu, ada sebab dan akibat.
Ketika seseorang merasa di Atas, dia sementara waktu merasa Passion dia terpuaskan, berbangga diri, dsb

Namun Energy itu nyata juga, memang tidak selalu benar, namun ketika perubahan itu terjadi, yang Optimispun, bisa jadi Pesimis.

Akhir cerita, saya tidak meminjamkan dana ke dia, karena dari awal saya sudah prediksi dia itu tidak siap, modal ada, tapi ya tidak banyak cadangan, Sdm juga kurang, tidak ada sanak saudara, atau teman yg membantu, juga Energy dan perbintangan 10 tahun ke depan,juga tidak mendukung dia, konsep bisnisnya juga standar2 aja, produknya juga biasa, jadi tentu saja bukan Investasi yang bagus, jadi tentu saya berlatar belakang dunia Investasi, bisa menghendus mana investasi baik, dan cendrung buruk.

Waktu kembali berlalu,

Akhirnya orangnya tutup toko, dan kembali jadi Programmer, dan terakhir mengaku ternyata mengejar Passion itu tidaklah mudah. Sekarang orangnya terakhir cerita Passionnya mau Software House. Kapok ama usaha dan bisnis makanan.

Saya bilang, loh kan Passion lu di Kuliner ?

Dia bilang dengan mimik malu sambil cengar cengir : Masa mau jatuh di lobang yang sama ?

Singkat kata, WARNING

Bisa berusaha, bekerja sesuai Passion sangatlah bagus, tetapi seringkali tidak menghasilkan.

Jadi jika memang melakukan sesuai Passion, motif utamanya harusnya bukanlah mencari keuntungan. Atau anda akan gampang kecewa.

Semoga bermanfaat bagi semua.
Salam

Erkus

One Response to “Passion”

  • Anton says:

    Pernah seminar di suruh ikutin passion, warningnya ternyata bahaya juga ya, pernah dicoba pribadi, memang tidak terlalu menghasilkan, Bagaimana solusinya Master Erkus ?

Leave a Reply