Memilih atau DiTakdirkan

Hi pencari kebenaran, kali ini saya membahas sebenarnya kita itu memilih atau terpilih ?

Kalau kita kilas balik hidup kita masing2, kita akan sering menemukan dilema dalam hidup sehari-hari kita, ketika kita masih kecil, pilihan kita sangat terbatas, ya sebatas, Terpilih dilahirkan di keluarga yang bagaimana, makan apa, semua diatur oleh orang tua kita, atau manusia yang lebih dewasa, kita juga terpilih untuk bersekolah di sekolah yang mana. Kenapa terpilih ? Karena bukan murni pilihan kita, ketika kita sekolah TK,SD dsb itu umumnya ada barter energi, antara orang tua kita punya dana berapa, dan lingkungan di sekitar tempat tinggal kita ada sekolah apa, dan akhirnya sekolah itu juga lagi butuh murid, atau udah full, jadi ketika masuk TK, SD pun, proses memilih yang di lakukan orang tua, harus di imbangin proses Terpilih oleh sekolah itu, mungkin masih belum full murid, dan orang tua kita sanggup bayar dana uang bangunan, uang sekolah dsb. Dan Sekolah itu juga dipilih, dan memilih.

Proses ini berlanjut, sampai SD, SMP, ya sebagian kecil SMP kita yang disekolahkan udah bisa memilih, mau pindah sekolah, karena teman sekolah kurang menyenangkan ?

Namun dari pengalaman pribadi, SMP kadang masih fase Terpilih, atau kasar kata terpaksa, saya ingat dulu ingin pindah sekolah biar ada wawasan,teman baru, namun orang tua saya tidak setuju, dan akhir kata ya tetap sekolah di sekolah yang sama, kembali Terpilih dan terpaksa menjalankan peran murid di sekolah A.

Kurang lebih sekitar umur 1-18 atau kadang sebagian 1-20, adalah fase Terpilih / di Takdirkan, jadi kalau yang mengerti ilmu perbintangan, ilmu ba zi , ini juga merupakan pilar Tahun / bekennya orang awam sebut Shio, adalah fase masa kecil, berarti dari sini bisa kita simpulkan, Shio adalah Takdir ( hampir bisa kita bilang di Takdirkan ) fakta ini susah dirubah, masa kecil kita bagaimana, susah, senang, lahir dari keluarga kaya, miskin, lingkungan, enviroment.

Jadi jangan heran, di tangan orang pintar yang berbakat, dengan tanggal lahir, di zoom in di perbintangan, di ilmu numerologi Ba Zi, kurang lebih masa lalu anda, sangatlah gampang di baca.

Why ? Ya jawaban simplenya, karena Masa kecil bisa kita bilang, hampir segala hal masih terikat energy, Free Will disini sangatlah kecil ya sekitar 10%-30%

Jadi ramalan shio, bekerja ? Jawabannya iya bekerja, tetapi dalam batasan lingkungan anda, kurang lebih < 18 tahun, setelah itu, masih bekerja, namun hanya bersifat lingkungan garis besar hidup anda.Bisa saya simpulkan, Shio adalah environment dari kita kecil sampai mati, tapi lebih terasa ya pas kecil menuju remaja.

Yang kaya, ya pasti cendrung lebih nyaman, tetapi bukan berarti lebih bagus, beruntung.
Yang biasa aja, atau cendrung miskin, bukan berarti pasti jelek, kurang beruntung, justru sering kali, masa kecil lebih susah, akan membentuk pribadi kuat, dan tangguh ke depannnya. Namun ya sebagian kecil yang sangat kurang beruntung, lanjut dan tetap suram, sampai tua, juga ada.

Fase takdir ini, juga bisa kita bilang Fase persiapan.

Lalu kapan kita memilih ?

Proses memilih itu di mulai umumnya kira2 tamat SMA, sekitar awal kuliah, sekitar umur 21-35.
Nah di sini mulai seru, karena fase transisi dari di Takdirkan,
Jika anak di bekali persiapan yang cukup, dan orangnya diarahkan dengan benar, maka kira2 Fase terakhir persiapan jatuh2nya kira2 < 30 tahun.

Nah jika semua benar ok, maka kemungkinan anak itu berhasil < 30 tahun udah berhasil, persiapan yang lumayan, kesempatan tiba, langsung action, dan keberuntungan menyertai seperti saya pribadi termasuk beruntung di umur segitu. Namun ini pun sebenarnya bisa dibaca / prediksi, karena tidak semua orang fase / siklus hidupnya sama seperti saya.

Jalur hidup setiap insan manusia itu berbeda, ada juga yang model KFC, Kakek2 itu justru baru sukses ketika dia udah tua. Namun contoh KFC itu bukan contoh ideal yang di harapkan manusia.

Menurut ilmu perbintangan, dan numerology , manusia yang pantas dianggap Sukses, itu kriterianya dia harus mencapai sukses cukup sandang pangan papan sekitar 28-48, di bawah 28 sukses, berarti sangat Briliant, mantap, tetapi rata2 dari pengamatan saya ya sekitar < 48 masih oklah.

Pengertian sukses saya itu bukan dari jumlah duit, aset yang anda miliki, tapi tolak ukur Suksesnya adalah lebih ke kebebasan financial, waktu, sehat. Jadi tubuh masih sehat, duit ada untuk melakukan hobby, dan punya waktu, bisa untuk keluarga, bisa untuk hobby, bisa untuk apapun yang suka.

Tolak ukur saya, sebenarnya sesuai filosofi masa lalu, keseimbangan kehidupan, keseimbangan elemen. Yin Yang yang berpadu dengan sempurna.

Kenapa < 48 anda bertanya ?
Karena jika di atas umur itu baru sukses, maka umumnya sudah terlambat untuk menikmati uang, waktu, tubuh anda.

Tubuh sudah mulai sakit, melemah, apalagi zaman sekarang, ada yang 30an pun mulai melemah. Jadi boro-boro sempat jalanin hobby. Bisa jalan2, karena kaki mulai sakit.
Otak jika lebih muda masih bisalah di pakai buat belajar ini itu. Jika udah terlalu tua, biasanya udah rada lelet, ya bukan berarti orang tua tidak ada yang cemerlang otaknya, masih banyak, tapi kemampuan menerima ilmu dan wawasan baru biasanya udah kalah dengan yang muda, lihat saja makin banyak yang udah berumur, Gap Tek , udah malas membaca, ikutin perkembangan zaman.

Namun ada juga yang, fase 28-48 pun masih di atur orang tua, ada dipaksa terusin bisnis keluarga contohnya, ya kalau karakter orang tuanya begitu kuat, biasanya anak terpaksa mangut2 ikutin orang tua. Ya tidak jelek juga, namun pribadi seperti itu, biasanya kayak robot, hampa hidupnya, hidup kurang dinamis, karena tidak terlatih untuk menjadi dirinya sendiri. Biasanya ini dari background anak orang kaya, atau punya usaha turunan. Tetapi ini pun tidaklah jelek, karena ya hidup tetap aman, nyaman, namun ini akan jelek, jika Environment berubah draktis, perang, atau ada kekacauan, orang tua bangkrut, nanti anak itu menjadi tidak bisa bertahan di dunia yang keras. Namun jika beruntung, dunia ok ok saja, maka ya survive aja.

Sebagian ya memberontak, berani mengikuti hasrat hobby sendiri, mengejar yang dia inginkan, apa yang diinginkan ?
Ya beda2, tergantung pribadi anda yang membaca ?

Lalu bagaimana masa tua ?

Masa tua, kita cendrung diTakdirkan.

Mau tau masa tua seseorang, maka lihatlah apa yang di lakukan, di masa kecilnya, masa persiapan, masa dewasanya, dan masa tua nya, itu bisa di prediksi.

Jadi anda pembaca yang budiman, jika anda pintar, sebenarnya anda sudah bisa memprediksi kira2 kapan anda akan melemah, sakit, bahkan mati, dan saya tidak tau yang baca artikel ini, sekarang lagi di fase apa, tapi anda sukses atau tidak, bisa di baca juga, intinya adalah anda haruslah benar2 mengerti hukum Sebab dan Akibat 🙂

Kembali saya membawa anda merenungi apa yang telah anda pilih, dan apa yang anda terpaksa jalankan.

Salam
Erkus

 

Leave a Reply